Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, tak jauh dari lingkungan sekolah korban. Menurut penuturan orang tua , Keisya Putri Mayles,Gobles anaknya pulang sekolah dalam keadaan ketakutan dan langsung menceritakan kejadian yang dialaminya.
Kronologi Kejadian
"Sekitar jam 10 pagi tadi anak saya pulang dari sekolah berlari masuk rumah dalam keadaan ketakutan memberi tahu saya," ujar Gobles orang tua korban.
menceritakan bahwa ia dihampiri oleh sebuah mobil berwarna putih. Seseorang di dalam mobil tersebut berusaha menarik tangannya dan memaksanya masuk, sambil menawarkan permen.
"Ayah, ada mobil warna putih memaksa mengajak masuk mobil dengan menarik tangan, mau dikasih permen. Dijawab keisya] 'tidak paman, gigi aku sakit'," tutur gobles menirukan ucapan anaknya.
Pelaku tidak menyerah, bahkan menawarkan es krim sambil terus menarik tangan korba. Namun, Korban berhasil melarikan diri dengan menggigit tangan pelaku.
"Dia bilang nanti kita beli es krim sambil memaksa menarik tangan anak aku, tapi anak aku berhasil lari karena tangan orang itu digigitnya," lanjut gobles.
Kejadian ini berlangsung di jalan, sekitar 150 meter dari sekolah dan masih jauh dari rumah korban.
Reaksi Cepat Orang Tua dan Warga
Mendengar cerita anaknya, Gobles langsung mengajak Keisya mengejar mobil tersebut hingga ke sekolah, namun tidak ditemukan. Ia kemudian bertanya kepada warga sekitar.
"Aku tanya dengan warga, katanya ada memang mobil warna putih yang lewat dari dekat kantor desa arah ke atas dengan kecepatan tinggi," jelasnya.
Panik, Gobles segera meminta bantuan warga dan menghubungi Sekretaris Desa Tanjung Raja untuk membantu menutup jalan serta memeriksa mobil berwarna putih yang melintas menuju Bengen Teluk. Gobles mengaku tidak mengetahui merek mobil tersebut.
Konfirmasi dari Pihak Kepolisian
Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Andri Firmansyah, membenarkan adanya isu dugaan penculikan anak di Desa Ketapat Bening. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi informasi ini kepada Kepala Dusun (Kadus) Ketapat Bening, Pak Gobles.
"Kami sudah konfirmasi juga kepada Pak Gobles, Kepala Dusun di Ketapat Bening. Informasi dari anaknya, saat pulang sekolah, di depan rumah dia ditarik orang. Dia langsung berlari masuk ke rumah," terang Kapolsek Andri.
Kapolsek menambahkan bahwa kepanikan orang tua korban setelah mengetahui kejadian tersebut kemungkinan menjadi penyebab menyebarnya informasi hingga terjadi penghadangan di Desa Tanjung Raja.
Untuk memverifikasi lebih lanjut, Iptu Andri menyatakan bahwa pihak kepolisian akan memanggil anak kepala dusun tersebut. "Sore ini kami panggil, mungkin masih di jalan untuk verifikasi," tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Tanjung Raja dan Kepala Desa Ketapat Bening belum memberikan konfirmasi terkait insiden ini. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan kebenaran informasi dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
("lika")





