-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pelayanan Puskesmas Pauh Muratara Dikeluhkan: Pasien "Terlantar" di Hari Libur, Rujukan Diduga Dipersulit

Minggu, 12 April 2026 | April 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-05T22:53:11Z

MURATARA, 12 April 2026 – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh keluarga pasien saat menjalani perawatan di Puskesmas Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut dinilai lamban dan kurang responsif, terutama saat menghadapi kondisi darurat di hari libur.

Peristiwa bermula saat keluarga dari istri saudara Toher mencoba meminta pemeriksaan awal kepada Kepala UPT (KUPT) Puskesmas Pauh, dr. Arnida, di kediamannya. 

Namun, saat itu hanya asisten dokter yang menemui. Berdasarkan pemeriksaan awal tersebut, pasien didiagnosis menderita tekanan darah tinggi dan kadar gula rendah, sehingga disarankan segera dibawa ke Puskesmas.

Setibanya di Puskesmas pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga mengaku terkejut karena tidak mendapati petugas medis yang berjaga di barisan depan.

"Sampai di Puskesmas tidak ada orang, cuma ada satpam. Kami terpaksa ambil kursi roda sendiri dan masuk ke ruang UGD tanpa bantuan pihak Puskesmas," ungkap istri pasien dengan nada kecewa.

Beruntung, tak lama berselang, seorang perawat wanita datang membantu memasang infus, yang kemudian disusul oleh seorang perawat pria untuk memberikan tindakan medis lanjutan.

Kekecewaan keluarga memuncak ketika kondisi pasien tak kunjung membaik. Berdasarkan keterangan keluarga, pihak dokter sebenarnya sudah menyarankan agar pasien dibawa ke Rumah Sakit di Lubuklinggau. Namun, saat keluarga meminta surat rujukan resmi, pihak puskesmas justru tidak memberikannya.

"Pihak dokter menyarankan agar dibawa ke RS Lubuklinggau. Tapi saat kami meminta surat rujukan sebagai syarat prosedur, pihak Puskesmas tidak memberikannya. Kami bingung, disarankan berangkat tapi rujukan dipersulit," tambah pihak keluarga.

Keluarga pasien sangat menyayangkan sikap KUPT Puskesmas Pauh yang dianggap kurang memiliki empati, terlebih KUPT tersebut diketahui berdomisili di desa yang sama dengan pasien.

• Minim Kehadiran: KUPT dianggap tidak meluangkan waktu untuk mengecek kondisi pasien di Puskesmas meski jarak tempat tinggal dekat.
• Birokrasi Kaku: Keluarga merasa dipaksa menunggu hingga hari Senin untuk kejelasan administrasi, padahal pasien dalam kondisi darurat.
• 
"Ibu KUPT kan tinggal di dusun ini, kenapa tidak ada rasa kemanusiaan untuk mengecek ke Puskesmas? Kami sangat kecewa, masa harus menunggu sampai Senin baru ada kejelasan, sementara kondisi pasien butuh penanganan cepat," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak KUPT Puskesmas Pauh terkait keluhan tersebut.

Kejadian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara. Masyarakat berharap pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan tetap berjalan prima tanpa terhalang status hari libur, demi menjamin keselamatan nyawa pasien. Pelayanan publik, terutama kesehatan, seharusnya tidak mengenal kata "libur" saat nyawa menjadi taruhannya."***
×
Berita Terbaru Update