-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Teror Harimau Berlanjut di Muratara, 13 Kerbau Warga Kuto Tanjung Tewas Dimangsa

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-23T14:51:48Z

MURATARA – Peristiwa yang selama ini dikhawatirkan oleh masyarakat Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali terjadi. Teror satwa liar diduga harimau sumatera kembali memakan korban ternak warga setempat.

Hingga saat ini, tercatat sudah 13 ekor kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung yang tewas akibat diterkam oleh si "Raja Hutan". Kejadian terbaru memperlihatkan kondisi bangkai kerbau yang mengenaskan di aliran sungai kecil, dengan luka robek besar di bagian belakang tubuh akibat serangan predator.

Berlanjutnya konflik antara manusia dan satwa liar ini memicu keresahan mendalam bagi masyarakat. Warga mulai mempertanyakan lambatnya respons dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan yang dinilai belum memberikan tindakan nyata di lapangan.

Warga mengaku tingkat kesabaran mereka sudah di ambang batas. Mereka sangat berharap ada perhatian khusus dan penanganan cepat dari pihak berwenang sebelum jatuh korban jiwa dari pihak masyarakat.

"Seharusnya ada tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah dan pihak terkait karena ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Sudah belasan ternak kerbau warga yang dimakan oleh 'kucing besar' ini di Desa Kuto Tanjung, Ulu Rawas. Padahal alam di sini masih sangat asri," ujar salah satu warga setempat yang .

Kondisi geografis desa yang masih dikelilingi hutan asri diduga menjadi salah satu alasan satwa dilindungi tersebut mendekati area aktivitas warga. Berdasarkan data GPS yang tertera pada dokumentasi warga, lokasi kejadian berada di koordinat 2,7046° S, 102,3151° E dengan ketinggian sekitar 179 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Masyarakat setempat kini hanya bisa pasrah sembari waspada saat pergi ke kebun atau menggembala ternak. Mereka berharap pemerintah daerah dan BKSDA Sumsel segera turun tangan untuk menghalau atau mengevakuasi harimau tersebut ke habitat yang lebih aman demi keselamatan bersama."Lika
×
Berita Terbaru Update